Statifikasi Sosial
Institut Pertanian Bogor
Sistem Status Dan Pelapisan
Masyarakat Sistem Status Yang Berubah
Runtuhnya Sistem Status Kolonial dalam Abad Kedua Puluh
Oleh: W. F Wetrthein
Dan
Situasi Sosial Dua Komunitas Desa di Sulawesi Selatan
Oleh: Mochtar Buchori dan Wiladi
Analisis bacaan 1
Runtuhnya Sistem Status Kolonial dalam Abad Kedua Puluh
Oleh: W. F Wetrthein
Dan
Situasi Sosial Dua Komunitas Desa di Sulawesi Selatan
Oleh: Mochtar Buchori dan Wiladi
Analisis bacaan 1
Stratifikasi sosial adalah
ketidaksamaan (inequality) masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat
(hirarkis) yang wujudnya adalah kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah.
Dalam bacaan terdapat pembagian masyarakat berdasarkan kedudukan dan peranannya
masing-masing.
Dalam bacaan dapat dianalisis dimensi utama stratifikasi sosial :
• Kekayaan : pendapatan orang Eropa lebih tinggi di banding orang Cina dan Pribumi mengakibatkan orang Eropa berada pada lapisan paling atas, di susul orang Cina dan terakhir Pribumi.
• Kekuasaan : pada saat penjajahan, orang Belanda mempunyai kekuasaan untuk memonopoli perdagangan di lanjutkan oleh orang Cina, Arab dan Indo.
• Kehormatan : anak-anak para pemuka adat mendapat kesempatan secara besar-besaran memperoleh fasilitas pendidikan,
• Pengetahuan : orang-orang yang mendapatkan pendidikan dengan cara barat berkumpul dan mendapat pekerjaan di Jawa, orang yang memiliki keahlian baca tulis dapat menerima pendapatan yang relatif tinggi, orang pribumi yang mahir bahasa Belanda dijadikan tenaga administrasi pemerintah belanda.
Mobilitas sosial yang terjadi :
• Horizontal : adanya perubahan status orang pribumi dari petani menjadi pedagang.
• Vertikal (naik) : para cendekiawan dan aristokrat membentuk suatu kelas 'priyayi baru yang akan menjadi lapisan tertinggi dalam masyarakat, orang yang memliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dalam masyarakat sehingga status sosialnya naik.
Dalam bacaan diatas kedudukan stratifikasinya adalah:
Suatu perjuangan untuk mencapai pengakuan resmi prestise yang lebih tinggi dalam kemasyarakatan melalui perantara ijazah (achieved status)
Adanya suatu kelas cendekiawan Indonesia mendobrak susunan kemasyarakatan jawa tradisional dan pelapisan sosial kolonial abad XIX melalui perbedaan ras (achieved status)
Anak-anak para pemuka adat, Kristen Ambon dan Manado diutamakan mendapat kesempatan besar dalam fasilitas pendidikan (ascribed status)
Sistem pelapisan yang terjadi adalah "sistem pelapisan terbuka" karena terjadi mobilitas sosial yang diperoleh atas usaha sendiri melalui beragam cara. Adapun usaha yang dilakukan untuk merubah status atau kedudukan adalah pendidikan sebagai usaha untuk merubah stasus atau kedudukan adalah meraih pendidikan dengan kata lain meraih pendiidkan sebagai usaha untuk merubah status atau kedudukan .
Dalam bacaan dapat dianalisis dimensi utama stratifikasi sosial :
• Kekayaan : pendapatan orang Eropa lebih tinggi di banding orang Cina dan Pribumi mengakibatkan orang Eropa berada pada lapisan paling atas, di susul orang Cina dan terakhir Pribumi.
• Kekuasaan : pada saat penjajahan, orang Belanda mempunyai kekuasaan untuk memonopoli perdagangan di lanjutkan oleh orang Cina, Arab dan Indo.
• Kehormatan : anak-anak para pemuka adat mendapat kesempatan secara besar-besaran memperoleh fasilitas pendidikan,
• Pengetahuan : orang-orang yang mendapatkan pendidikan dengan cara barat berkumpul dan mendapat pekerjaan di Jawa, orang yang memiliki keahlian baca tulis dapat menerima pendapatan yang relatif tinggi, orang pribumi yang mahir bahasa Belanda dijadikan tenaga administrasi pemerintah belanda.
Mobilitas sosial yang terjadi :
• Horizontal : adanya perubahan status orang pribumi dari petani menjadi pedagang.
• Vertikal (naik) : para cendekiawan dan aristokrat membentuk suatu kelas 'priyayi baru yang akan menjadi lapisan tertinggi dalam masyarakat, orang yang memliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dalam masyarakat sehingga status sosialnya naik.
Dalam bacaan diatas kedudukan stratifikasinya adalah:
Suatu perjuangan untuk mencapai pengakuan resmi prestise yang lebih tinggi dalam kemasyarakatan melalui perantara ijazah (achieved status)
Adanya suatu kelas cendekiawan Indonesia mendobrak susunan kemasyarakatan jawa tradisional dan pelapisan sosial kolonial abad XIX melalui perbedaan ras (achieved status)
Anak-anak para pemuka adat, Kristen Ambon dan Manado diutamakan mendapat kesempatan besar dalam fasilitas pendidikan (ascribed status)
Sistem pelapisan yang terjadi adalah "sistem pelapisan terbuka" karena terjadi mobilitas sosial yang diperoleh atas usaha sendiri melalui beragam cara. Adapun usaha yang dilakukan untuk merubah status atau kedudukan adalah pendidikan sebagai usaha untuk merubah stasus atau kedudukan adalah meraih pendidikan dengan kata lain meraih pendiidkan sebagai usaha untuk merubah status atau kedudukan .
Analisis bacaan 2
Dalam bacaan dapat dianalisis
dimensi utama stratifikasi sosial :
• Kekayaan
o Desa Maricaya Selatan : Dari segi ekonomi terdapat tiga lapisan misalnya lapisan ekonomi mampu (terdiri dari para pejabat penting pemerintah setempat, para dokter, para insinyur dan kelompok-kelompok professional lainnya) ,menengah( terdiri dari alim ulama, pegawai dan wirausaha) dan miskin (terdiri dari para buruh tani, buruh bangunan, buruh pabrik dan buruh-buruh lainnya.
o Desa polewali : Dari segi ekonomi di bagi dalam golongan kaya(terdiri dari pemangku, ulam dan pejabat), golongan menengah( terdiri dari para pegawai dan pedagang) dan golongan miskin ( terdiri dari para buruh).
• Kekuasaanawai dan
o Desa Maricaya Selatan : Masyarakat yang memilki kekayaan cenderung mempunyai kekuasaan yang lebih besar akibatnya masyarat golongan atas mempunyai kekuasaan yang lebih besar.
o Desa Polewali : Kekuasaan ekonomi pada orang Bugis, kekuasaan politik pada orang Makasar, kepemimpinan dalam kehidupan bersama di pegang oleh bersama.
• Kehormatan
o Desa Maricaya Selatan : Orang yang mendapat pendidikan dan gelar akan lebih di hormati.
o Desa Polewali : Orang yang mempunyai barang-barang mewah yang di gunakan sebagai aspek simbolik akan lebih di hargai.
• Pengetahuan
o Desa Maricaya Selatan : pendidikan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan mereka, dan yang mampu menyelesaikan pendidikan sampai akhir hanya golongan atas.
o Desa Polewali : pendidikan dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan tempat terhormat dalam kehidupan.
Mobilitas sosial yang terjadi :
• Vertikal
o Naik : golongan menengah yang memperoleh pendidikan dan gelar mungkin berubah statunya menjadi golongan atas.
o Turun : masyarakat golongan atas yang berfoya –foya mungkin akan jatuh miskin dan menempati posisi bawah.
Sistem pelapisan yang terjadi adalah "sistem pelapisan terbuka" karena terjadi mobilitas sosial yang diperoleh atas usaha sendiri melalui beragam cara.
• Kekayaan
o Desa Maricaya Selatan : Dari segi ekonomi terdapat tiga lapisan misalnya lapisan ekonomi mampu (terdiri dari para pejabat penting pemerintah setempat, para dokter, para insinyur dan kelompok-kelompok professional lainnya) ,menengah( terdiri dari alim ulama, pegawai dan wirausaha) dan miskin (terdiri dari para buruh tani, buruh bangunan, buruh pabrik dan buruh-buruh lainnya.
o Desa polewali : Dari segi ekonomi di bagi dalam golongan kaya(terdiri dari pemangku, ulam dan pejabat), golongan menengah( terdiri dari para pegawai dan pedagang) dan golongan miskin ( terdiri dari para buruh).
• Kekuasaanawai dan
o Desa Maricaya Selatan : Masyarakat yang memilki kekayaan cenderung mempunyai kekuasaan yang lebih besar akibatnya masyarat golongan atas mempunyai kekuasaan yang lebih besar.
o Desa Polewali : Kekuasaan ekonomi pada orang Bugis, kekuasaan politik pada orang Makasar, kepemimpinan dalam kehidupan bersama di pegang oleh bersama.
• Kehormatan
o Desa Maricaya Selatan : Orang yang mendapat pendidikan dan gelar akan lebih di hormati.
o Desa Polewali : Orang yang mempunyai barang-barang mewah yang di gunakan sebagai aspek simbolik akan lebih di hargai.
• Pengetahuan
o Desa Maricaya Selatan : pendidikan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan mereka, dan yang mampu menyelesaikan pendidikan sampai akhir hanya golongan atas.
o Desa Polewali : pendidikan dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan tempat terhormat dalam kehidupan.
Mobilitas sosial yang terjadi :
• Vertikal
o Naik : golongan menengah yang memperoleh pendidikan dan gelar mungkin berubah statunya menjadi golongan atas.
o Turun : masyarakat golongan atas yang berfoya –foya mungkin akan jatuh miskin dan menempati posisi bawah.
Sistem pelapisan yang terjadi adalah "sistem pelapisan terbuka" karena terjadi mobilitas sosial yang diperoleh atas usaha sendiri melalui beragam cara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar